Generasi Millenial Dan Pemilu 2024

oleh
iklan

Oleh: Muhammad Ari Wahyudi, Koordinator Jaringan Pemilih Pemula Untuk Demokrasi (JPPD)

Urgensi Pemilu Untuk Generasi Milenial Dan Z

Pemilu atau pemilihan umum adalah sarana kedaulatan rakyat, yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945, dan diselenggarakan oleh penyelenggara Pemilihan Umum atau KPU. Untuk terciptanya kedaulatan rakyat dalam pemilihan umum / pemilihan sangat dibutuhkan peran serta aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda yang sekarang lebih keren dengan sebutan Generasi Z dan Generasi Milenial.

Berkaca kepada pelaksanaan Pemilihan Umum serentak tahun 2019, peran serta generasi milenial dalam hal persentase jumlah pemilih cukup besar. karena lebih dari 40% pemilih pemilu serentak tahun 2019 adalah golongan generasi milenial dan gen z yang baru pertamakali memilih. Dan di tahun 2024 35% dari Dari Data Pemilih Sementara (DPS) adalah Gen Z dan Gen Milenial data ini dapat dikatakan untuk melakukan suatu perubahan besar ke arah yang lebih baik, peran serta generasi milenial sangat dibutuhkan. Generasi milenial menjadi bahasan politik yang sering diperbincangkan, Generasi milenial adalah kelompok anak muda yang pemikirannya sangat kritis terhadap suatu hal yang terjadi di lingkungannya, baik itu menyangkut gaya hidup, masalah sosial dan juga masalah politik.

Pemilu memiliki tingkat penting yang sangat tinggi bagi para pemilih pemula. Bagi mereka yang baru memasuki dunia politik dan memiliki sedikit pengalaman dalam pemilihan sebelumnya, pemilu menjadi momen penting dalam pembentukan pemikiran politik dan pemberian suara mereka. Partisipasi aktif dalam pemilu memberikan peluang untuk berkontribusi langsung dalam menentukan arah politik negara atau komunitas di mana mereka tinggal.

Pertama-tama, pemilu merupakan kesempatan bagi pemilih pemula untuk melatih dan mengembangkan keterlibatan politik mereka. Melalui pemilu, mereka dapat mempelajari tentang proses politik, mendapatkan pemahaman tentang perbedaan antara partai politik, dan mengetahui isu-isu yang relevan dalam masyarakat. Ini membantu membangun pemahaman mereka tentang pentingnya pemilihan umum dan meningkatkan keterampilan politik mereka secara keseluruhan. Selanjutnya, pemilu memberikan kesempatan bagi para pemilih pemula untuk memilih pemimpin mereka. Dalam proses ini, mereka memiliki kekuasaan untuk menentukan arah politik dan memilih individu yang mewakili visi dan nilai-nilai mereka. Pemilihan pemimpin yang tepat memiliki dampak besar terhadap kehidupan sehari-hari pemilih pemula, termasuk kebijakan publik yang berdampak pada pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan.

Pemilu juga penting karena memberikan platform bagi para pemilih pemula untuk menyuarakan kepentingan mereka. Dalam pemilihan, mereka dapat memilih kandidat atau partai politik yang mewakili tujuan, aspirasi, dan nilai-nilai mereka. Dengan menggunakan hak suara mereka, pemilih pemula dapat berperan aktif dalam membentuk kebijakan dan mempengaruhi keputusan politik yang akan mempengaruhi kehidupan mereka secara langsung. Selain itu, pemilu memiliki peran penting dalam membangun dan memperkuat sistem demokrasi. Dengan berpartisipasi dalam pemilu, pemilih pemula berkontribusi pada prinsip demokrasi, di mana keputusan politik dibuat berdasarkan suara mayoritas dan melibatkan partisipasi masyarakat. Melalui pemilu, mereka membantu menjaga integritas demokrasi dan melibatkan diri dalam proses politik yang melibatkan semua warga negara.
Akhirnya, pemilu juga penting bagi para pemilih pemula karena melibatkan mereka dalam masyarakat secara aktif. Pemilu menjadi momen di mana mereka dapat bergabung dengan kelompok advokasi atau kampanye politik, bertemu dengan pemilih lain, dan berdiskusi tentang isu-isu penting. Ini membangun kesadaran politik dan memungkinkan mereka untuk membentuk koneksi sosial dengan orang-orang yang memiliki pandangan dan minat yang sama.
Secara keseluruhan, pemilu memiliki aspek penting yang sangat besar bagi para pemilih pemula. Pemilu memainkan peran penting dalam melatih keterlibatan politik, memilih pemimpin yang tepat, menyuarakan kepentingan, membangun demokrasi, dan memfasilitasi keterlibatan aktif dalam masyarakat. Dengan mengambil bagian dalam pemilu, pemilih pemula dapat merasa memiliki dan berperan dalam membentuk masa depan negara mereka.

Latar Belakang JPPD dan Misi Kedepannya

Ada anggapan dalam hal politik sebagian besar generasi milenial masih beranggapan bahwa politik itu adalah satu hal yang kotor dan menjijikkan, karena dalam berpolitik jarang terlihat cara berpolitik yang bijak dan sarat manipulasi dan korupsi. Pemahaman seperti ini membuat generasi milenail tidak mempunyai literasi yang baik tentang politik, terutama yang berkaitan dengan hak suara. Secara umum pandangan generasi muda milenial terhadap politik itu menggambarkan sesuatu hal yang negatif, yang berisi tentang perebutan kekuasaan yang hanya memikirkan keuntungan pribadi dibanding memikirkan kepentingan khalayak masyarakat. Image yang tidak baik itu menyebabkan sebagian besar generasi milenial menutup mata dan telinga terhadap politik.

Untuk mengantisipasi pemikiran generasi milenial yang berasumsi politik itu kotor dan menjijikkan sangat dibutuhkan pendidikan politik bagi generasi milenial. Pendidikan politik bagi generasi milenial menjadi sangat penting dalam rangka transfer pengetahuan politik dan penanaman nilai – nilai pengetahuan politik agar generasi muda milenial bisa menjadi warga negara yang baik yang melek politik . Pengetahuan ini sangat penting bagi generasi milenial untuk mengetahui hak – hak dan kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan  bernegara.

Dalam pasal 1  ayat (2)  Undang -Undang Dasar negara kesatuan Republik Indonesia tahun 1945, dengan tegas menyatakan bahwa “Kedaulatan negara berada di tangan rakyat” dan generasi milenial menjadi bagian dari itu. Dan di Undang – Undang nomor 40 tahun 2009 tentang kepemudaan menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi dan peran yang utama dalam mewujudkan kehidupan bangsa Indonesia yang berdemokrasi. Melek politik sejak dini harus ditekankan kepada generasi milenial untuk perubahan ke arah yang lebih baik. Dengan demikian pendidikan politik menjadi bagian dan tangungjawab dari semua unsur yang ada di negara ini tanpa terkecuali, baik itu pemerintah, keluarga, partai politik , media massa, bahkan sekolah atau kampus, termasuk penyelenggara pemilu.

Di era revolusi 4.0 G di mana big data digital mernguasai kehidupan era milenial ini, media sosial merupakan sarana yang paling tepat untuk memberikan pendidikan politik dan hal – hal positif tentang perpolitikan di Indonesia. Dengan Kemajuan teknologi ini pihak – pihak yang berkepentingan dengan politik bisa memanfaatkan media online untuk menjadikan generasi milenial melek politik. Jadi kemajuan teknologi hendaknya juga diikuti dengan berkembangnya sistem demokrasi di Indonesia.

Terlepas dari hal – hal di atas, untuk menghadapi Pemilu serentak tahun 2024 , April 2024 mendatang, generasi milenial harus ikut aktif dalam membangun demokrasi yang bersih, jujur dan bermartabat di Indonesia. Banyak hal yang bisa dilakukan generasi milenial untuk memperbaiki kualitas demokrasi di negeri yang terdiri dari lebih 17.000 pulau ini. Generasi milenail yang melek dengan perkembangan teknologi juga harus melek dengan perkembangan teknologi juga harus melek dengan perkembangan politik. Oleh karenanya generasi milenial tidak boleh pesimis dan jangan anti politk. Dalam proses demokrasi baik itu pemilu ataupun pemilihan generasi milenial harus ikurt menjadi pemilih dan yang tidak kalah penting ikut dalam mengawal dan mengawasi proses demokrasi.  Untuk mengawal dan mengawasi proses demokrasi tersebut generasi milenial bisa melakukan pengawasan partisipatif  di tengah – tengah lingkungannya, termasuk pengawasan melalui sosial mediayang sebagian besar generasi milenial memiliki akun media sosial tersebut. Keterlibatan generasi milenial dalam pengawasan partisipatif sangat dibutuhkan untuk meminimalisir pelanggaran ataupun kecurangan selama proses pemilu atau pemilihan. Di samping itu ikut mendorong agar calon pemimpin yang akan maju di Pemilu serentak 2024 memiliki kualitas, bersih dan berkomitmen tinggi untuk memperjuangkan nasib masyarakat apabila terpilih nanti, Generasi  milenial sebagai pelaku aktif perubahan harus memilih atau menyalurkan suaranya dengan berpedoman kepada prestasi dan kualitas calon serta tidak tergoda dengan politik uang. Sebagai genarasi milenial bukanlah hal yang tabu untuk ikut terlibat aktif dalam kontestasi pemilu dan pemilihan, baik sebagai calon maupun sebagai tim pemenangan calon. Sehingga dengan keterlibatan secara aktif tersebut generasi milenial secara langsung dapat mengakomodir ide, gagasan maupun kepentingan generasi milenial sebagai harapan masa depan Indonesia.

Peran – peran tersebut sangat penting dilakukan oleh generasi milenial dalam usaha memperbaiki kualitas demokrasi di Indonesia. Dengan membaiknya demokrasi di Indonesia diharapkan dapat melahirkan pemimpin pempimpin daerah pada pelaksanaan Pemilu serentak 2024 adalah pemimpin – pemimpin yang berkualitas dan juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin yang diamanahkan untuk mengurus pemerintahan daerah . Sehingga Good Govermance dapat terwujud dan pemerintahan dapat berjalan dengan semata – mata hanya berorientasi untuk kesejahteraan masyarakat sebagaimana yang diinginkan pemerintahan demokrasi yang sesungguhnya dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Generasi milenial untuk Pemilu serentak 2024 bukan hanya sebagai agent of change tapi generasi milenial merupakan leader of change , karena dalam setiap perubahan kearah yang lebih baik di Negara Indonesia selalu dipelopori oleh generasi muda yang di era sekarang disebut generasi milenial.
Untuk itu nantinya kita akan membentuk JPPD (Jaringan Pemilih Pemula untuk Demokrasi) yang akan melakukan upaya edukasi kepada generasi muda yang ada beberapa kota kabupaten di Jawa Timur agar lebih peduli terhadap politik karna dari hasil politik akan menentukan kebijakan yang menyangkiut masa depan anak – anak muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *