Kolaborasi, Kampung Tumo dan SMPN 2 Sugihwaras Berantas Alasan Tidak Bisa Bahasa Inggris

oleh
iklan

Bojonegoro – Selama ini banyak upaya yang telah dilakukan untuk mempermudah peserta didik untuk menguasai Bahasa Internasional. Termasuk yang dilakukan oleh sekolah berinovasi tinggi yaitu SMP Negeri 2 Sugihwaras yang juga didukung oleh Kampung Tumo.Id.

 

Kesinambungan antara fun learning smart speaking kali ini membuat sebuah acara “Roleplay at the Market dan Final Story Telling”. Acara ini dipelopori oleh SMP Negeri 2 Sugihwaras yang dihadiri puluhan delegasi dari 12 sekolah di Bojonegoro, baik tingkat SD dan MI setempat.

 

Ketua panitia, Drs. Puji Wikanto berkata, Sekolah kami memang tidak berada di tempat strategis, sekolah kami berada di dekat sawah. Namun, itu tidak akan membuat kami mengeluh. Sebuah masalah itu membuat kita menemukan kekuatan baru.

 

“Acara berbasis Bahasa Inggris ini telah dirintis sejak tahun 2010 dan mengalami perkembangan di setiap acara selanjutnya,” tuturnya, Sabtu (11/03/2023).

 

Roleplay at the Market ini telah menginspirasi banyak sekolah dan setidaknya telah dilakukan empat kali di sekolah SMPN 2 Sugihwaras. Tekat dan perjuangan inilah yang membuat Kampung Tumo.Id ikut serta mendukung acara Inspiring School tersebut.

 

Puji menambahkan, bahwa sebenarnya, masalah dan kekurangan adalah tempat untuk menemukan kekuatan baru. Kampung Tumo.Id sebagai kursus Bahasa Inggris pun sedang melakukan upaya agar anak-anak yang letak tempat tinggalnya tidak strategis dapat menguasai Bahasa Inggris dengan layak.

 

“Pinggiran bukan berarti tersisihkan, jika masalahnya adalah jauh maka solusinya adalah mendekatkan. Sama seperti Kampung Tumo.Id yang mendatangi sekolah-sekolah di pedesaan Bojonegoro untuk kursus Bahasa Inggris dengan harga terjangkau. Serta, SMPN 2 Sugihwaras yang menjadi tuan rumah bagi acara yang didatangi berbagai sekolah kota,” tandasnya. (Idrus/red)

Responses (2)

  1. Mantap mas, semoga tekat kita untuk menjadi sekolah inspiratif ( inspiring school ) bisa benar² meng-influens lembaga² lain shg punya tekat utk mengembangkan bahasa internasional di pedalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *