Posko Nasional Sektor ESDM Resmi Beroperasi: Jelang Idul Fitri 2023, Pasokan BBM, LPG dan Listrik Aman

oleh
iklan

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian ESDM secara resmi mengaktifkan kembali Posko Nasional Sektor ESDM dalam rangka menyambut libur Lebaran/Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Posko mulai beroperasi sejak 10 April hingga 2 Mei 2023 dengan dengan tugas utama memonitor kebutuhan,  ketersediaan dan pendistribusian BBM, gas, listrik, serta antisipasi dini terhadap kebencanaan geologi.

Sementara itu, secara umum menjelang Lebaran ini,  pasokan BBM, LPG dan listrik dalam kondisi aman. Kondisi ketahanan stok BBM di atas 16 hari, pasokan LPG sebesar 15 sampai dengan17 hari, sedangkan  pasokan tenaga listrik pada kondisi aman dan cadangan terpenuhi.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak Dan Gas Bumi (BPH Migas) Erika Retnowati dalam Konferensi Pers Pembukaan Posko Nasional Sektor ESDM di Jakarta, Senin (10/4), menyampaikan, dalam pelaksanaan kegiatan Posko Nasional Sektor ESDM ini, sinergi sangat penting agar pelaksanaan posko berjalan lancar.  Sinergitas ini tentu saja bukan hanya internal anggota Posko, tetapi juga dengan stakeholder lainnya, seperti Korlantas Polri terkait dengan adanya rute-rute yang dilakukan pembatasan ataupun titik-titik kemacetan.

Lebih lanjut terkait pasokan BBM, Erika menyampaikan bahwa selama periode Posko Idul Fitri 2023, disiagakan  114 Terminal BBM, 7.491 SPBU dan 68 DPPU, serta menyiagakan fasilitas tambahan di wilayah-wilayah dengan demand  tinggi. “Diprediksi akan terjadi peningkatan demand harian BBM selama Hari Raya Idul Fitri Tahun 2023, Gasoline meningkat 10,3%, Avtur meningkat 7,3% sedangkan Kerosene diperkirakan turun 1,4% dan Gasoil turun 8,7%,” katanya yang dalam konferensi pers yang juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji.

Sementara untuk mengamankan pasokan LPG, tersedia 23 Terminal LPG, 667 SP(P)BE dan 5.471 Agen LPG. Selama periode Satgas RAFI 2023, penyaluran LPG diproyeksikan sebesar 29.223 MT/hari atau meningkat 4,7% apabila dibandingkan dengan penyaluran normal (27.899 MT/hari).

Terkait penyaluran gas dari 29 wilayah kerja yang terdiri dari 24 KKKS kepada 2.504 Pelanggan Komersial dan  Industri, 1.926 Pelanggan Kecil, 833.909 Sambungan Rumah Tangga dan 9 Power Plant PLN Group melalui 25.850 km jaringan pipa gas, 13  SPBG, 3 MRU dan 3 LNG Terminal,  handal dan aman. Prediksi peningkatan realisasi penyaluran BBG selama Hari Raya Idul Fitri sebesar 43,1% bila dibandingkan dengan tahun 2022.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji menambahkan, Ditjen Migas telah melaksanakan pemantauan secara langsung di lapangan terkait ketersediaan BBM untuk masyarakat dalam rangka menyambut libur Hari Raya Idul Fitri.

“Minggu lalu kami telah melaksanakan pemantauan BBM ketersediaan BBM di SPBU sepanjang jalur Pantura hingga ke Semarang dan persiapannya menghadapi libur Hari Raya Idul Fitri 1444 H, menurut kami sudah siap dari perencanaan maupun implementasi,” ungkap Tutuka.

Menurut Tutuka, saat ini yang perlu dipahami bersama adalah pola konsumsi BBM tahun ini dengan tahun sebelumnya akan berbeda karena waktu libur tahun ini lebih panjang sehingga diperkirakan puncak libur panjang tidak drop ke bawah tapi sekitar dua minggu ada di puncak. Polanya berbeda dengan tahun sebelumnya di mana waktu liburnya pendek sehingga diperlukan ketahanan yang cukup lama untuk mensuplai jumlah pasokan pada saat puncak.

Dari segi infrastruktur,  juga telah disiapkan sistem tangki-tangki dan sistem penyaluran ke SPBU sudah siap juga kalau terjadi kenaikan puncak juga akan disipakan tangki-tangki tambahan, juga tambahan-tambahan mobil tangki dan personil yang siaga 24 jam, jadi dari sisi internal Pertamina Patra Niaga sudah siap,” tuturnya.

Selain itu,  hubungan relasi dengan instansi terkait seperti Polri dan pemerintah daerah. telah dilaksanakan dengan baik. “Dengan perencanaan yang baik, implementasinya akan lebih baik. Kami harapkan dukungan semua pihak. Masyarakat agar berhati-hati dalam mudik Lebaran. Sebisa mungkin tidak menggunakan kendarana roda dua, tetapi kendaraan  umum supaya lebih aman,” kata Tutuka.

Direktur Pemasaran Regional PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menegaskan, untuk memberikan layanan terbaik ke masyarakat. Pertamina  telah menyiapkan beberapa program. Selain menjaga ketersediaan stok BBM, mulai 1 April juga sudah disiapkan satgas internal yang bertugas menjaga stok di SPBU.

“Meskipun stok kami di kilang baik, di terminal baik,  tapi yang harus kami pastikan adalah ketersediaan sampai di SPBU dan untuk memastikannya, kami sudah berkoordiansi dengan pihak Kepolisian agar proses ini ada pengawalan di terminal kami, pengawalan disuplai mobil tangki juga pengawalan di SPBU-nya,” ujar Ega.

Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan 7.400 SPBU  di mana sebanyak 1.500 SPBU akan beroperasi 24 jam. Disiapkan juga 5.400 agen LPG yang akan beroperasi selama masa Posko.(den/red)

Pewarta : Mas Raden

Gambar Gravatar
Tulis Deskripsi tentang anda disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *