Resmikan Observatorium UAD, Syamsul Harap Bantu Sosialisasikan Kalender Islam Global

oleh
iklan

YOGYAKARTA—Dalam acara peresmian Observatorium Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Kampus IV, Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar mengatakan bahwa Muhammadiyah telah mengatasi kritik yang dulu melandanya. Sepuluh tahun lalu, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah banyak dikritik karena hanya mengandalkan perhitungan astronomis (hisab) dengan medium kertas, tanpa alat pengamatan astronomis yang konkret.

Dalam sambutannya, Syamsul mengakui bahwa kritik-kritik tersebut menggugah Muhammadiyah untuk terus berkembang. “Kritik seperti itu banyak dilontarkan sehingga muncul anggapan bahwa Hisab Hakiki Wujudul Hilal telah usang. Tapi kini kritik itu sudah tidak berlaku lagi, bahkan Muhammadiyah telah diapresiasi dalam kajian-kajian ihwal astronomi,” ucapnya.

Syamsul Anwar melanjutkan, “Kontribusi UAD bagi Majelis Tarjih sangat besar, khususnya dalam pengembangan kajian astronomi. Kehadiran Pastron UAD memberikan dorongan yang kuat dalam mendukung Majelis Tarjih. Kajian-kajian mengenai astronomi bukan hanya menjadi perkara ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki dampak besar bagi agama Islam.”

Saat ini, Majelis Tarjih tengah bersiap meluncurkan Kalender Islam Global sebagai respons terhadap tantangan dunia global saat ini. Proses tersebut tentu memerlukan uji coba lapangan yang akurat dan terpercaya, yang juga akan melibatkan observatorium sebagai alat bantu.

Syamsul mengutarakan alasan mengapa Kalender Islam Global begitu penting. Menurutnya, umat Islam saat ini semakin terhubung dan berinteraksi di berbagai belahan dunia, sehingga diperlukan sistem kalender yang dapat merangkul keragaman geografis dan keberagaman budaya. Kalender ini akan membantu mengatasi kesulitan yang sering muncul, seperti perbedaan tanggal awal Ramadan atau Hari Raya lainnya antara negara-negara Islam.

“Dunia yang kita tinggali saat ini telah global, tapi kalender kita masih lokal. Ini suatu keanehan. Kalau di zaman dulu, orang India lebaran hari Senin dan Mesir lebaran hari Ahad, mereka tidak saling tahu. Tapi sekarang, dunia telah menyatu sehingga informasi begitu cepat didapat,” tutur Syamsul.

Namun, langkah mewujudkan Kalender Islam Global ini bukanlah hal yang sederhana. Dibutuhkan kerja keras, penelitian mendalam, serta kolaborasi lintas disiplin ilmu untuk menghasilkan Kalender Islam Global yang akurat dan dapat diandalkan. Majelis Tarjih saat ini masih dalam tahap sosialisasi. Rencananya Kalender Islam Global akan segera diterapkan jelang 100 tahun—berdasarkan hitungan Hijriyah—usia Majelis Tarjih pada tahun depan.

Dalam era globalisasi ini, Muhammadiyah membuktikan bahwa ia mampu beradaptasi dan menghadapi tantangan dengan langkah-langkah nyata. Observatorium UAD dan langkah-langkah lainnya dalam pengembangan astronomi membuktikan komitmen Muhammadiyah dalam menjembatani ilmu pengetahuan dan agama, serta memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat dan dunia Islam secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *