Bisnis Ternak Ayam Petelur Masih Menggiurkan

oleh
iklan

BOJONEGORO – Potensi keuntungan dari usaha peternakan ayam petelur masih menggiurkan bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di Kabupaten Bojonegoro. Apalagi saat ini harga telur masih tinggi dan permintaan pasar terus meningkat.

Pemerintah Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro melihat bisnis ternak ayam petelur sebagai potensi peningkatan ekonomi desa. “Kebutuhan telur Bojonegoro mencapai 7.995 ton per tahun,” ucap kepala desa, Sulistyawan, saat musyawarah desa Program Pengembangan Masyarakat (PPM) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), di balai desa setempat pada Selasa (11/7/2023).

Kades merujuk pada analisa bisnis yang dibuat oleh LSM Ademos. Mitra pendamping PPM EMCL ini memberikan gambaran potensi keuntungan yang bisa dikembangkan oleh BUMDES Sukoharjo.

“Kami yakin BUMDES memiliki kapasitas dalam mengembangkan potensi ini, demi peningkatan ekonomi desa,” imbuh kades.

Terlebih, pengembangan usaha ternak ini didukung penuh oleh operator lapangan minyak Kedung Keris, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang beroperasi di desa tersebut. Melalui PPM, EMCL yang bermitra dengan LSM Ademos akan mendukung BUMDES Sukoharjo untuk membangun usaha ternak ayam petelur. LSM Ademos juga akan mendampingi pengelolaan usaha, evaluasi bisnis, dan membuka akses pasar.

“Hari ini kita sosialisasi dan bermusyawarah dengan seluruh unsur masyarakat desa agar konsepnya matang, programnya transparan, dan dilakukan oleh masyarakat, untuk kepentingan masyarakat,” ungkap Sekretaris Ademos, A. Shodiqurrosyad.

EMCL berkomitmen untuk terus mendukung Pemerintah dalam peningkatan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah sekitar operasi. Pengembangan ayam petelur merupakan ide usaha yang disampaikan Pemdes Sukoharjo sebagai potensi desa. “Kami mendukung upaya pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan, termasuk usaha BUMDes yang berbasis potensi,” ungkap perwakilan EMCL, Slamet Rijadi.

Menurut Slamet, PPM yang telah setujui SKK Migas ini merupakan hasil musyawarah dan koordinasi dengan Pemerintah mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

“Kami ingin semua program memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan didukung oleh semua pihak,” pungkasnya.(idus/red)

iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *