Gelar Pertemuan di Brunei, Tim Teknis MABIMS Bahas Penyusunan Tafsir Ilmi

oleh
iklan

Brunei – Tim Teknis forum Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) menggelar pertemuan di Brunei Darussalam. Pertemuan yang berlangsung 10 – 13 Juli 2023 ini membahas tentang tindak lanjut rencana Penyusunan Tafsir Ilmi.

Hadir, Setiausaha Tetap Kementerian Hal Ehwal Ugama Brunei Darussalam Haji Mohammad Rosli Bin Haji Ibrahim, Pengarah Pusat Da’wah Islamiah Kementerian Hal Ehwal Ugama Negara Brunei Darussalam Haji Abdul Rajid Bin Haji Md Salleh, Ketua Penolong Pengarah Bahagian Penyelidikan, Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) Puan Mahfuzah Binti Zohdi, Pengurus, Dasar Keagamaan, Pejabat Mufti Majlis Ugama Islam Singapura Dr Feirul Maliq Bin Intajalle.

Dari Indonesia, hadir Sekretaris Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Muchlis M Hanafi dan Kabag Hubungan Kerja sama Luar Negeri Khoirul Huda Basyir. Muchlis Hanafi hadir dalam forum MABIMS dalam kapasitas sebagai Ketua Tim Projek Tafsir Ilmi MABIMS sejak tahun 2019.

Mewakili delegasi Indonesia, Sekretaris Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Muchlis M Hanafi mengapresiasi Brunei Darussalam atas inisiatif Penyusunan Tafsir Ilmi yang digulirkan kali pertama pada akhir 2019. Saat itu, Muchlis M Hanafi masih menjabat sebagai Kepala LPMQ.

Menurutnya, inisiatif Penyusunan Tafsir Al-Quran ini sudah digulirkan sejak 3,5 tahun lalu di Brunei Darussalam. Namun, tidak lama setelah itu, dunia dilanda pandemi Covid-19. Sehingga, proses Penyusunan dan pembahasan dilakukan dalam suasasan penuh pembatasan dan keterbatasan. Beberapa kali dilakukan pertemuan secara online (zoom meeting) untuk melaporkan progres penyusunan.

“Di Indonesia, antara kurun waktu 2021-2022, kami telah menyelenggarakan beberapa kali diskusi dengan para pakar tim penyusun. Alhamdulillah, sebelum saya berpindah tugas dari kepala LPMQ menjadi Sekretaris Badan Amil Zakat Nasional RI, pada 4 Oktober 2022, tim penyusun telah menyelesaikan draft awal buku tafsir ilmi tentang air,” terang Muchlis yang juga Ketua Tim Penyusun Tafsir Ilmi tentang Air, di Brunei, Selasa (11/7/2023).

Muchlis menilai, musyawarah penyusunan tafsir ilmi kali ini menemukan momentumnya, karena diselenggarakan dua pekan setelah peristiwa pembakaran Mushaf Al-Qur`an di Stockholm Swedia yang sangat melukai perasaan umat Islam. Negara-negara OKI telah mengecam keras tindakan tersebut. Pemerintah Indonesia secara resmi telah menyampaikan kecaman keras terhadap aski provokatif pembakaran Al-Qur`an oleh seorang warga negara swedia di depan masjid Raya Stockholm saat hari raya idul adha.

“Kemlu RI mengatakan pembakaran Al-Qur`an sangat mencederai perasaan umat Islam dan tidak bisa dibenarkan. Kebebasan berekspresi harus pula menghormati nilai dan kepercayaan agama lain,” tegasnya.

Menyikapi persitiwa itu, lanjut Muchlis, berbagai peristiwa lainnya yang serupa, dan pernah terjadi beberapa kali di berbagai negara, terutama Eropa dan Amerika, tentu tidak cukup hanya dengan kecaman. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah konkrit dan strategis.

“Penistaan terhadap Al-Qur’an dalam bentuk apa pun boleh jadi karena ketidaktahuan para pelaku tentang akhlak dan ajaran Al-Qur’an yang begitu sangat mulia,” jelasnya.

Menyikapi peristiwa tersebut, kata Muchlis, paling tidak ada dua hal yang bisa dilakukan. Pertama, umat Islam memiliki tanggungjawab untuk memperkenalkan Al-Qur’an dan ajarannya yang penuh kasih sayang, cinta kasih, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Termasuk meluruskan kesalahpahaman, baik di kalangan Muslim maupun non Muslim, terhadap Islam, Al-Qur’an dan Nabi Muhammad Saw.

“Kedua, menampilkan kepada masyarakat dunia perilaku dan akhlak mulia yang diajarkan oleh Al-Qur`an. Boleh jadi penilaian negatif mereka terhadap Al-Qur’an muncul karena ketidakmampuan kita sebagai umatnya untuk menampilkan ajaran Al-Qur’an yang sesungguhnya,” jelasnya.

“Tafsir Ilmi yang sedang kita susun di tingkat negara-negara MABIMS, diharapkan dapat menjelaskan kepada masyarakat dunia bahwa Al-Qur’an bukan hanya sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan dukungan dan inspirasi untuk membangun peradaban manusia dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlandaskan nilai-nilai etika dan spiritualitas,” tandasnya.(den/red)

Pewarta : Mas Raden

Gambar Gravatar
Tulis Deskripsi tentang anda disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *