Membangun Sinergitas Muhammadiyah Pemalang Dengan Pemkab Pemalang

oleh
iklan

Oleh : MUSTOFA,S.H. (Ketua Majelis Hukum dan HAM PDM Kabupaten Pemalang)

Muhammadiyah sebagai adalah Gerakan Islam yang lahir  di Kauman Yogyakarta pada Tanggal 18 November 1912 dan bertepatan dengan 8 Dzulhijah 1330 Hijriah.

Pendiri Muhammadiyah adalah seorang kyai yang di kenal alim,cerdas dan berjiwa pembaharu yakni Kyai Haji Ahmad Dahlan dengan nama kecilnya Muhammad Darwis. (Wikipedia)

Kiai Haji Ahmad Dahlan lahir menjadi sang pencerah. Di panggung sejarah dia hadir menjadi pembaharu yang mengguncang kesadaran umat di zamannya. Lahir di Kauman Jogjakarta tahun 1869 dan wafat 1923 dalam usia muda, 54 tahun. Karya pembaruan terbesarnya ialah Muhammadiyah, yang dia dirikan 8 Dzulhijah 1330 Hijriyah bertepatan 18 November 1912 untuk mengukir kisah sukses pergerakan Islam yang mencerdaskan dan memajukan kehidupan umat dan bangsa. Dua kali bermukim di Mekkah, dia pulang menjadi mujadid melawan pikiran-pikiran jumud.

Ahmad Dahlan adalah sosok pencari kebenaran hakiki, yang pemberuannya bersifat break-trought alias lompatan di luar kelaziman, demikian tulis Nurcholish Madjid. Dr Alfian dalam disertasinya menjuluki pendiri Muhammadiyah itu sebagai sosok aktor reformasi keagamaan, agen perubahan sosial, dan kekuatan politik kebangsaan. Charles Kurtzman bahkan menemukan Dahlan sebagai pembawa revivalisme Islam yang liberal, yang berbeda pikiran keislamannya dari kaum revivalis ortodoks. Mas Mansur muda dari Surabaya yang haus ilmu dan perjuangan tertarik masuk Muhammadiyah karena bertemu dengan Dahlan yang pikiran keislamannya sungguh berkemajuan.(Prof Dr.Haedar Nashir,MSi. Muhammadiyah sebagai Gerakan pencerahan. Suara Muhammadiyah,20 Mei 2021)

Dikutip dari laman Gramedia, kelahiran Muhammadiyah didorong oleh beberapa faktor- faktor pendukung, antara lain:

1. Islam tidak lagi bersinar dalam cahaya murninya

2. Kurangnya persatuan dan kesatuan umat Islam sebagai akibat gagalnya penegakan Uhuwah Islamiyah dan lemahnya organisasi yang kuat.

3. Beberapa lembaga pendidikan Islam tidak mampu menghasilkan eksekutif-eksekutif Islam karena tidak lagi memenuhi tuntutan zaman.

4. Sebagian besar umat Islam hidup dalam kisaran sempit fanatisme, keyakinan buta, pemikiran dogmatis, konservatisme, formalisme, dan tradisionalisme.

5. Dari persepsi bahaya Islam yang mengancam jiwa, dan sehubungan dengan misi dan kegiatan pusat Kristen di Indonesia yang semakin mempengaruhi penduduk.

Seiring dengan perkembangan zaman ,Muhammadiyah mengalami transformasi dalam menjawab tantangan sosial dan keagamaan yang muncul di masyarakat.

Organisasi Muhammadiyah terus beradaptasi terus beradaptasi dengan perubahan zaman dan mengimplementasikan strategi yang relevan dalam Upaya memperkuat posisinya di masyarakat.

Relasi Muhammadiyah dan Pemerintah

Sejak pergantian kepemimpinan Muhammadiyah dari Bapak KH Ahmad Azhar Basyir (1994), Muhammadiyah secara bergantian dipimpin oleh para tokoh dengan latar belakang Profesor (akademisi).

Sebut saja mulai kepemimpinan Prof Amien Rais (1995), Prof A. Syafii Maarif (1998), Prof Din Syamsuddin (2005), hingga Prof Haedar Nashir (2015), semua berlatar belakang guru besar dari masing-masing kampus yang berbeda.

Dalam membaca relasi Muhammadiyah dan negara 4 kepemimpinan di bawah masing-masing guru besar ini, juga memiliki corak, gaya dan irama yang berbeda. Walau secara substansi, sesungguhnya sama. Karena, Muhammadiyah dalam tindakan dan kebijakannya, tidak lepas dari khittah perjuangannya dan pedoman hidup Islami dalam berorganisasi.(  Deni al Asyari, Relasi Muhammadiyah dan Negara (Corak & Gaya Kepemimpinan Muhammadiyah Di Bawah 4 Guru Besar) Suara Muhammadiyah, 27 Januari 2021).

Peran kebersamaan Muhammadiyah dengan pemrintah dalam mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah terbina kedekatannya dalam sejarah bangsa Indonesia dalam masa penjajahan Belanda sampai dengan Era sekarang.

Muhammadiyah sebagai ormas terbesar yang punya Amal Usaha begitu banyak dari sabang sampai Merauke.

Jumlah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM)

1.440 Pesantren

2.20.233 TK/PAUD/Kelompok bermain

3.2.817 SD/MI

4.1.826 SMP/MTS

5.1.364 SMA/MA

6.171 Perguruan Tinggi

7.355 Rumah Sakit/Klinik

8.562 Panti Asuhan.

(Sumber : Muhammadiyah or.id)

Melihat perkembangan Amal Usaha Muhammadiyah yang begitu pesat berarti Muhammadiyah ikut serta membantu pemerintah dalam kaitannya membangun Sumber daya Manusia guna ada manfaat bagi bangsa dan negara.

Hubungan Muhammadiyah dan pemerintah adalah simbiosis mutualisme .

Muhammadiyah sangat kooperatif dengan siapapun, makna terkandung dalam hubungan punya nilai-nilai positif bagi Muhammadiyah dengan siapapun terutama dengan pemerintah sejak sebelum kemerdekaan,pasca kemerdekaan dan di era sekarang.

Terselenggaranya hubungan yang kolaboratif Muhammadiyah dan pemerintah yaitu penanganan COVID 19 dan penanganan bencana alam dengan MDMC bergerak cepat guna penanggulangan bencana alam baik itu tenaga medis dan bantuan lainnya.

Itulah Muhammadiyah dalam membangun relasi  pemerintah dengan kenyataan real dalam menyumbangkan kontribusi dalam segala hal guna mendukung tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hubungan Muhammadiyah Pemalang dan Pemerintah Daerah Pemalang dalam kontek lokal.

Pemerintahan Daerah adalah penyelenggara urusan pemerintah oleh pemerintah daerah dan dewan perwakilan rakyat daerah menurut asas otonomi seluas luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana di maksud dalam Undang-Undang Dasar  Negara Republik Indonesia ( Undang-Undang No 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah)

Pemerntah Daerah adalah kepala daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan daerah pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom.

( Undang-Undang No 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah)

Pimpinan Daerah Muhammadiyah adalah jenjang structural Muhammadiyah setingkat kabupaten . Dalam level yang lebih tinggi dari Pimpinan cabang Muhammadiyah ,Pimpinan Daerah Muhammadiyah mempunyai fungsi koordinatif bagi seluruh pimpinan Muhammadiyah yang ada di wilayahnya.

Kemitraan dilihat dari perspektif etimologis  diadaptasi dari kata partnership ,dan berasal dari kata partner.Partner dapat di terjemahkan pasangan,jodoh,sekutu,atau kampanyon  maka partnership  diterjemahkan menjadi persekutuan  atau perkongsian. Bertolak dari sini maka kemitraan dapat dimaknai sebagai persekutuan antara dua pihak atau lebih yang membentuk suatu ikatan kerjasama atas dasar kesepakatan dan rasa saling membutuhkan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas di suatu bidang tertentu,sehingga dapat memperoleh hasil yang baik. (Ambar Teguh Sulistyani 2004).

Kemitraan ataupun hubungan Muhammdiyah Pemalang dan Pemerintah Kabupaten Pemalang sangat harmonis sejak dulu kala.

Pendiri Muhammadiyah Pemalang yaitu dr. M.Ashari yang sekarang diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Kabupaten Pemalang. Itu menandakan bahwa Muhammadiyah Pemalang begitu besar punya kontribusi kepada Pemerintah daerah Kabupaten Pemalang dan tidak lain didukung juga oeleh ormas lainnya juga yang ada di pemalang.

Pasca terpilihnya Ayahanda Sapto Suhendro ,S.Ag. M.P.d. di Musyawarah Daerah Muhammadiyah Moga agar punya harapan besar menjadi mitra dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang Bapak Mansyur Hidayat,ST sebagai PLT Bupati Pemalang.

Dengan diawali pelantikan Pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pemalang dengan pengukuhan Urusan Pembantu Pimpinan dan Pelantikan Pimpinan Daerah AISYIAH Kabupaten Pemalang di pendopo Kabupaten Pemalang yang dihadiri PLH Bupati Pemalang bapak Mansyur Hidayat,ST beserta istri.

Melihat dari di awali dengan pelantikan Pengurus Muhammadiyah di Pendopo Kabupaten Pemalang itu sebagai simbol sinegritas antara Muhammadiyah Pemalang dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang.

Muhammadiyah Pemalang punya Amal Usaha Muhammadiyah dari mulai Pendidikan,Kesehatan,Ekonomi ,UMKM semua itu butuh dukungan warga persyarikatan,masyarakat luas dan tentunya Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang.

Apa yang dilakukan Muhammadiyah Pemalang selama ini sangat membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang dengan banyaknya Amal Usaha Muhammadiyah di tingkat Ranting (desa), dan di tingkat cabang (kecamatan) se Kabupaten Pemalang.

Semua itu sebagai Upaya nyata Muhammadiyah Pemalang dalam membantu pembangunan di wilayah Kabupaten Pemalang.

Muhammadiyah berkembang di Kabupaten Pemalang sentuhan juga dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang dalam support dan kebijakan yang berpihak kepada seluruh ormas serta khususnya ormas Muhammadiyah sehingga leluasa dalam membangun anak bangsa dalam bidang Pendidikan ,Kesehatan dan pemberdayaan ekonomi umat di kabupaten pemalang.

Harapan kedepan Kepemimpinan Ayahanda Sapto Suhendro,S.Ag.MPd bisa memberikan warna positif bagi warga pemalang secara umum dan khususnya warga Muhammadiyah.

Kontribusi Muhammadiyah ke depan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang banyak Upaya dalam berkontribusi dalam segala hal yaitu,

a.Mendukung mencerdaskan kehidupan bangsa kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang.

b.Mendukung Program Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang dalam bidang Kesehatan.

c.Mendukung tentang program membangunkesejahteraan bagi warga pemalang dalam peningkatan ekonomi masyarakat pemalang.

d.Mendukung dan membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang dalam melayani kemanusiaan dan perdamaian sehingga pemalang aman dan damai.

Dari semua harapan itu bangunan sinegritas antara Muhammadiyah Pemalang dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang tercipta dengan harmonis sehingga tercipta Pemalang yang berkemajuan.

iklan

Pewarta : Redaksi Istana

Gambar Gravatar
Deskripsi tentang penulis berita di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *