Pusat Kajian Kitab Kuning Syekh Nawawi Al-Bantani Diperjuangkan Jadi Museum

oleh
iklan

SERANG – Tim Komisi X DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Reses ke Kabupaten Serang, Banten. Dalam kesempatan itu, Komisi X mendapatkan masukan untuk memperjuangkan wisata religi Pusat Kajian Kitab Kuning Syekh Nawawi Al-Bantani di Kecamatan Tanara, Serang, agar menjadi fokus Komisi X untuk diperjuangkan menjadi museum.

Menurut Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses, Djohar Arifin Husin, hal ini akan segera dibicarakan oleh Komisi X kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk segera diperhatikan dan mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat. Hal ini sebagaimana disampaikan Djohar dengan didampingi oleh Wakil Bupati Kabupaten Serang Pandji Tirtayasa, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Serang, Kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Serang dan jajaran stakeholder lainnya

“Jika berbicara jarak antara Jakarta dan Banten tidak begitu jauh. ini menjadi perhatian apalagi kita tahu kehebatan banten yang sangat dikenal dengan ulama-ulama hingga terkenal sampai negeri Arab, banyak masyarakat ingin tahu dimana makamnya, dimana situs-situsnya,” ujar Djohar di Balai Pertemuan Kantor Bupati Kabupaten Serang, Jumat, (14/05/2023)

Politisi Fraksi Partai Gerindra ini menambahkan Provinsi Banten sangat terkenal akan tradisi keislaman. Sehingga, banyak orang yang ingin berziarah serta mencari tahu bagaimana tradisi kitab kuning di wilayah tersebut. Namun, menurutnya, disayangkan, sampai saat ini belum ada museum yang bisa menggambarkan ataupun menceritakan tentang tradisi keislaman di Banten.

“Ini akan menjadi perhatian kita dan akan kita sampaikan kepada Kementerian Pariwisata bahwa Banten ini sangat luar biasa kental akan wisata religinya, seperti wisata religi pusat kajian kitab kuning Syekh Nawawi Al Bantani di Kecamatan Tanara agar mendapat dukungan dari pihak terkait,” pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Anas Dwi Satya Prasadya meminta dukungan dan bantuan dari Kementerian Pariwisata agar di Tanara bisa menjadi pusat wisata religi dan juga menjadi pusat kajian kitab kuning. Untuk itu pihaknya meminta dukungan agar dapat mendirikan museum di Tanara. Sebab, menurutnya, selama ini pengunjung yang berziarah hanya datang selama satu ataupun dua hari. Sehingga, kurang memberikan kenyamanan bagi pewisata religi tersebut.

“Kami berharap kalau kita bisa menata dengan baik sarana dan prasarana yang ada di sana, tentunya lebih memberikan nilai kenyamanan kepada pengunjung ziarah dan juga punya rasa yang ingin kembali lagi tentram, damai. Walaupun mungkin saat ini kalau datang secara batiniah sudah ada, akan tetapi jika sarpras lebih baik mudah-mudahan akan lebih membangkitkan lagi masyarakat untuk berkunjung. Di sisi lain akan berpengaruh pada ekonomi dan efek dominonya berpengaruh pada masyarakat di sekitar tanara,” ucapnya.

Seperti diketahui bahwasanya Kabupaten Serang memiliki wisata religi pusat kajian kitab kuning Syekh Nawawi Al Bantani di Kecamatan Tanara. Di tempat ini, setiap tahun jika ada peringatan haul maka akan dihadiri ribuan orang dari berbagai wilayah di Indonesia. Hal itu dikarenakan pusat kajian tersebut memiliki banyak kitab yang dapat dijadikan referensi, dengan jumlah lebih dari 100 kitab dan tersebar di seluruh dunia.(den/red)

Pewarta : Mas Raden

Gambar Gravatar
Tulis Deskripsi tentang anda disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *