Peras Petani, Tiga Oknum Wartawan Diarak Masyarakat Ke Balai Desa

oleh
iklan

Brebes Para Petani warga Pandansari, Brebes, Tegal merasa kesal diperas oleh tiga oknum yang mengaku-ngaku sebagai Wartawan, oknum tersebut memeras warga Rp 15 juta. Meski ketiga wartawan ini menunjukan kartu identitas profesi kewartawannya, namun warga mencurigai ketiga oknum tersebut merupakan wartawan gadungan.

Warga merasa aneh dengan ketiga oknum tersebut dengan meminta uang penutup mulut, dengan maksudnya demikian adalah maksud mereka hanya menakut-nakuti warga yang menyiram lahannya menggunakan air yang seharusnya untuk keperluan lain, bukan untuk penyiraman.

Warga Desa Pandansari secara terang-terangan dimintai uang tutup mulut (diperas) Rp 15 Juta dikarenakan menggunakan air untuk menyiram tanaman saat musim kemarau.

Warga Pandansari kompak menjebak hingga melakukan penangkapan ketiga oknum wartawan tersebut dengan mengepung beramai-ramai, setelah terciduk kemudian diarak-arak hingga diamankan oleh warga Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Brebes, Tegal, Jawa Tengah — karena terbukti aksinya kepergok melakukan pemerasan terhadap warga.

Kepala Desa Pandansari, Irwan Susanto menjelaskan kronologi insiden aksi ketiga oknum wartawan tersebut yang berlangsung pada Kamis (21/9/2023) malam.

Irwan menjelaskan bahwa ketiga wartawan dijebak dan setelah terkuak aksinya memeras warga, oleh warga langsung mengepungnya dan atas perbuatannya oleh warga selanjutnya diarak keliling kampung. Kerltiga oknum wartawan itu masing masing HM dari Berita Patroli, K dari Lintas Indonesia dan T dari Media Mitra Mabes.

Tindakan pemerasan itu bermula pada Kamis (14/9/2023), bertiga secara bersamaan mendatangi rumah warga Desa Pandansari berinisial W. Mereka mempermasalahkan warga W yang telah menggunakan air untuk menyiram tanaman disaat musim kemarau.

Tak hanya mempermasalahkan air, ketiga oknum wartawan ini melakukan intimidasi kepada W dengan menunjukkan pasal-pasal terkait soal penggunaan air saat musim kemarau.

Awalnya, warga kesal lantaran diperas dan diintimidasi gegara hanya menggunakan air untuk menyiram tanaman disai musim kemarau.

“Awalnya warga dipermasalahkan karena menggunakan air untuk menyiram tanaman yang berujung meminta sejumlah uang,” kata Irwan saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (22/9/2023).

Irwan menjelaskan, tindakan pemerasan itu bermula pada Kamis (14/9/2023). Saat itu ketiganya mendatangi rumah warga berinisial W. Mereka menyoal karena menggunakan air untuk menyiram tanaman di tengah musim kemarau.

Mereka juga mengintimidasi dan menakut-nakuti warga dengan menunjukkan aturan-aturan terkait penggunaan air saat kemarau.(af/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *