Ramadan Momentum Perkuat Persaudaraan

oleh
Foto Menteri Agama Republik Indonesia Gus Yaqut
iklan

Oleh : Gus Menteri Yaqut Cholil Qoumas

Marhaban Ya Ramadan, selamat bulan Ramadan, selamat datang bulan penuh ampunan dan keberkahan.

Umat Islam Indonesia akan menjalankan ibadah puasa Ramadan mulai 23 Maret 2023. Saya bersyukur umat Islam Indonesia dapat menjalankan ibadah puasa secara bersama. Ini menjadi simbol cerminan kebersamaan umat Islam di Indonesia dan wujud kebersamaan kita untuk menatap masa depan yang lebih baik.

Mari jadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat persaudaraan, ukhuwah Islamiyah, wathaniyah, dan basyariyah.

Ramadan menjadi kesempatan bagi kita untuk membersihkan residu-residu manusiawi, keserakahan, kesombogan, dendam, dan lainnya. Ramadan menjadi madrasah bagi kita untuk berupaya maksimal membentuk diri menjadi pribadi bertakwa.

Surat Ali Imran ayat 134 menjelaskan kepada kita tentang tiga ciri pribadi bertakwa. Pertama, memiliki kepedulian sosial. Orang bertakwa adalah mereka yang mau menafkahkan hartanya, baik dalam keadaan berkecukupan maupun dalam keadaan kesempitan (miskin), sesuai dengan kesanggupannya. Pesan Rasulullah, “Peliharalah dirimu dari api neraka meskipun dengan menyedekahkan sepotong kurma….”

Sifat kikir yang tertanam dalam hati, saatnya diberantas karena ini adalah musuh masyarakat. Umat tidak akan maju jika sifat kikir merajalela. Sifat kikir bertentangan dengan perikemanusiaan.

Ciri orang bertakwa yang kedua adalah mampu menahan amarahnya. Biasanya orang yang memperturutkan rasa amarahnya tidak dapat mengendalikan akal pikirannya. Sehingga, ia akan melakukan tindakan-tindakan kejam dan jahat. Ketika sadar, pelakunay pasti menyesali tindakan yang dilakukannya. Puasa melatih kita untuk tidak melakukan tindakan melampaui batas. Nabi berpesan, “Orang kuat bukan mereka yang dapat membanting lawannya, tapi yang dapat menahan amarahnya.”

Karakter muttaqin yang ketiga adalah mau memaafkan kesalahan orang lain. Memaafkan orang yang sebenarnya kita mampu membalasnya, adalah sifat terpuji.

Semoga puasa kita menjadi wasilah yang mendidik kita untuk menjadi pribadi yang peduli, mampu menahan amarah, dan juga pemaaf terhadap sesama. Ketiga karakter ini sangat penting dalam merajut kerukunan umat dan mempererat persatuan bangsa.

Semoga puasa kita menjadikan diri kita menjadi pribadi yang mencintai kebaikan. Sebab, Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan. Aamiin

iklan

Pewarta : Mas Raden

Gambar Gravatar
Tulis Deskripsi tentang anda disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *